An emotionally invested enthusiast of pop culture in the guise of a Copywriter. Apathetic by design. Aesthetically offensive and eloquently candid. A sentimental heathen.

despicable_me_2_2013_movie-HD1

Gru (Steve Carell) sudah resmi pensiun dari dunia penjahat dan kini menjadi full-time father untuk mengurus Agnes (Elsie Fisher) yang innocent, Edith (Dana Gaier) yang sepertinya terobsesi untuk menjadi killer ninja, serta Margo (Miranda Cosgrove) yang sudah mulai puber dan punya crush.

Namun tiba-tiba, dia dihubungi – atau lebih tepatnya diculik – oleh Lucy Wilde (Kristen Wiig) untuk menolong Anti-Villain League menangkap pencuri serum PX-41 yang dapat mengubah hewan tidak berbahaya menjadi monster mengerikan. Awalnya menolak, Gru akhirnya memutuskan bahwa dia butuh sedikit aksi setelah Dr. Nefario (Russell Brand) pergi karena mendapatkan tawaran pekerjaan dari penjahat lain.

despicable-me-2-gru-is-kidnapped

To be very honest, saya gak terlalu suka Despicable Me. It just didn’t struck my chord. Dan biarpun saya bisa ketawa sepanjang film, waktu keluar cuma para minions yang masih melekat di otak saya. Juga Agnes. Maka dari itu, sebenarnya saya gak punya ekspektasi apa-apa soal Despicable Me 2. Dan mungkin, karena itu lah saya menikmati sepenuhnya film ini.

Dari segi plot, film ini bernasib sama dengan pendahulunya: it’s all predictable and “tuh kan” inducing. Secara keseluruhan, gak ada yang benar-benar baru dari cerita yang ditawarkan oleh Despicable Me 2. Secara keseluruhan loh ya. Tapi ada beberapa detail-detail kecil yang menyelamatkan film ini dari segi cerita. Salah satu yang paling menarik buat saya adalah Margo yang mulai mengenal cowok, crush dia pada Antonio, dan ke-over protective-an Gru terhadap putri tertuanya itu. Saya juga suka bagaimana Agnes kelihatan berusaha struggle (dengan caranya sendiri) untuk menghadapi fakta bahwa dia gak punya ibu. Weirdly, saya merasa dua hal ini berhubungan karena crush-nya Margo adalah hal yang biasanya dibicarakan oleh anak perempuan dengan ibu mereka kan. Dan Ken Daurio serta Cinco Paul memberikan solusi yang “brilian” dalam bentuk Jillian dan ide blind date-nya. She’s a very refreshing typical nosy mother, dan Shannon adalah typical fake girl yang bikin ketawa serta facepalm di saat yang sama. Despicable Me 2 juga memberi porsi yang lebih banyak bagi para minions, dan plis siapa yang bisa nolak makhluk kuning kecil lucu itu sih? (Biarpun saya curiga itu sebenarnya promosi terselubung buat film spin-off Minions yang rencananya bakal rilis taun depan) Sayangnya, di saat yang sama, Despicable Me 2 justru seperti melupakan Edith dan tidak memberikan porsi yang cukup adil buat dia. Serius, yang saya inget dari dia cuma dia pake baju ninja dan bilang “Can I be the first to say eeuh?”

despicable-me-2

 

Dan kalau saya boleh jujur, saya bisa memaafkan cerita yang tipikal dari film ini karena Pierre Coffin dan Chris Renaud berhasil menampilkan Despicable Me 2 sebagai sebuah film yang memang gak macem-macem. Dia tau ceritanya tipikal, dan dia tidak berusaha untuk terlihat ‘pintar’ ataupun ‘beda’. Film ini setia dengan ceritanya yang ketebak itu, dan memilih untuk membuat para penonton ayem dari sisi yang lain, yaitu packaging.

Serius, biarpun ceritanya biasa, tapi saya sama sekali gak bosen sepanjang nonton film ini dan bahkan dibikin ‘lupa’ untuk menebak-nebak atau menduga ceritanya – not that it’s needed sih ya, but well – karena packaging-nya yang bener-bener sesuatu. Despicable Me 2 ditampilkan sebagai film dengan buanyak unyu, aww-inducing, uber cute moments dengan level sakarin tingkat tinggi. Kalau Despicable Me 2 diukur pakai kadar gula, mungkin saya langsung kena diabetes setelah nonton. It’s the kind of movie that makes you feel all warm and cuddly inside.

And personally, I think that’s enough.

Despicable Me 2 memang film animasi keluarga yang ditunjukan untuk semua umur, dan dia tidak butuh plot rumit untuk membuat para penonton terkesan. Cukup dengan adegan-adegan yang menghangatkan hati dan berbagai antics serta humor yang tepat sasaran, Despicable Me 2 menjadi sebuah film yang tidak hentinya membuat saya berkata “Whaaat” sambil ketawa.

It’s a perfectly refreshing bundle of joy that will surely lift your mood and makes you feel waaay better.

Oh, dan jangan langsung pulang! Minions are taking over the credit title…again!

Despicable-Me-2-1

Director: Pierre Coffin & Chris Renaud. Writer: Ken Daurio & Cinco Paul. Released on: 3 July 2013. Casts: Steve Carell, Kristen Wiig, Benjamin Bratt, Miranda Cosgrove, Russell Brand, Elsie Fisher, Dana Gaier.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *