An emotionally invested enthusiast of pop culture in the guise of a Copywriter. Apathetic by design. Aesthetically offensive and eloquently candid. A sentimental heathen.

Let’s all take a moment to thank Steve McQueen for bringing two of fangirl’s most favorite actors together in one production. Here’s to having both Michael Fassbender and Benedict Cumberbacth in 12 Years A Slave- although sadly, there were no interactions between the two. Which probably is a good idea, because I don’t think any sane fangirl could handle that. Huge thanks juga buat Jiffest yang udah nayangin film ini jadi saya bisa nonton sebelum filmnya officially rilis di Indonesia, albeit pake bela-belain beli tiket jam 10 pagi untuk pertunjukan jam setengah 7 malem. But then again, apa sih yang enggak buat Fassy sama Benny?

 twelve_years_a_slave_xlg

Solomon Northup (Chiwetel Ejiofor) adalah seorang penduduk Saratoga, New York. He just happened to be black, and a free man. But he had a family, and he was happy. Tapi kemudian, setelah menerima tawaran pekerjaan dari Brown (Scoot McNairy) dan Hamilton (Taran Killam), Solomon terbangun di sebuah sel, chained to the floor.

Turns out, he was sold to slavery. Forced to change his name to “Platt” as to conceal his true identity, Solomon was sold to William Ford (Benedict Cumberbatch) and thus began his life as a slave.

12ya3

“Sialan, menyayat hati banget ini film.” was my first coherent thought about the movie, the incoherent ones before that being “Sialan, Cumberbatch bawa parang.” dan “Sialan, Fassbender main pecut.” I’m pretty sure any sane female being could relate though, because Cumberbatch and Fassbender bro!

Tapi enggak, bukan itu kok yang bikin film ini bagus dan menyayat hati. 12 Years A Slave adalah sebuah film yang menggambarkan pengalaman hidup Solomon Northup secara lugas, brutal, dan tanpa tedeng aling-aling. Cerita yang ditulis oleh John Ridley membawa kita menyusuri perjuangan Solomon dalam menghadapi perbudakannya. Gaya bercerita yang agak maju mundur justru membuat saya lebih bisa merasakan dan memahami penderitaan Solomon, serta simpati dan konflik batin yang ia rasakan mengenai para budak lain. Dan saya suka sekali melihat bagaimana sepintas, Solomon tampaknya telah mengadopsi peran dia sebagai budak secara utuh, namun sebenarnya dia tidak pernah benar-benar melepaskan impian untuk bisa bebas dan bertemu lagi dengan keluarganya.

Tidak hanya itu, 12 Years A Slave juga membuat saya bergidik ngeri saat menyadari betapa menderitanya para budak di masa itu. Karena meskipun objek penderita utama adalah Solomon, tapi film ini juga menyoroti berbagai perbuatan tidak manusiawi yang dilakukan oleh para majikan. Tanpa mengecilkan nasib Solomon ataupun peran Ejiofor, sebenarnya yang benar-benar bikin saya miris dan ingin memaki-maki Fassy Epps adalah penderitaan yang dialami oleh Patsey (Lupita Nyong’o). Melihat bagaimana Patsey harus melalui abuse dari Edwin Epps (Michael Fassbender) dan Mistress Epps (Sarah Paulson) setiap harinya sukses membuat saya tercekat. Sakit jiwa memang suami istri Epps itu.

12ya1

Nyawa dari 12 Years A Slave sendiri ada di tangan Chiwetel Ejiofor dan Lupita Nyong’o. They were both so convincing and desperate and it breaks my heart over and over again to see them wake up just to go through another day full of abuse and pain. Ejiofor membuat karakter Solomon terlihat benar-benar utuh– di satu sisi, dia tahu dia harus patuh jika dia ingin selamat, tapi di sisi lain dia juga tidak bisa sepenuhnya melupakan karakteristik asli yang ia miliki sebagai manusia bebas, dan karena itu tidak bisa sepenuhnya tinggal diam melawan para abuser-nya. There’s a scene of Ejiofor that literally got me choked over the lump in my throat, and he was perfect until the end, with that bewildered disbelief and happiness in him. Sementara penderitaan yang dialami Patsey jadi terasa jauh lebih parah setiap saya melihat Lupita yang mata dan eskpresinya kosong, seolah sudah tidak punya semangat hidup. She was simply full of desperation and I just….can’t.

Sementara Fassbender gila parah. He was extremely convincing and hate-inducing as Edwin Epps, with all his madness and sadistic tendency. Epps was the embodiment of evil slave owner, dan Fassbender dapet parah sebagai karakter yang minta dibenci banget itu. Sarah Paulson juga biarpun mostly hanya muncul untuk menyiksa Patsey, tapi cukup intimidating dan sedikit intriguing saat dia memberi peringatan-slash-saran-terselubung pada Platt. Cumberbatch portray a nice and benevolent master Ford, and yet does not fail to show us the selfish side of the plantation owner. Brad Pitt cuma muncul sekilas dan sejujurnya dapat dilupakan dengan mudah. Yang mencuri perhatian saya justru Paul Dano sebagai John Tibeats, salah satu mandor di plantation Ford yang sumpah lo nyebelin dan minta dicacah banget. Tapi malah itu yang bikin dia memorable, apalagi karena dia berhasil menampilkan karakter yang beda banget sama Alex Jones, peran dia di Prisoners yang masih agak terngiang di kepala saya.

12yas-002

I personally think that 12 Years A Slave is an outstanding depiction of Solomon’s tale and the damnation that is slavery. Granted, since this movie is based on Solomon’s true story, it’s sort of Solomon-centric and thus left a little hole about the fate of other slaves that’s not as lucky as him. But I still think that it has done a good job, with outstanding cast and performances. Ditambah dengan shot sama scoring yang sama-sama cantik, dan di beberapa titik bikin pengen ngiris nadi saking emosionalnya. Terus ternyata music by Hans Zimmer. Pantesan. Pokoknya wajib ditonton lah kalau dia akhirnya tayang di Indonesia nanti, entah kapan.

Oh dan anyway, itu film rate-nya dewasa kan ya, dan ada banyak adegan telanjangnya karena para slave itu beberapa kali ditampilkan telanjang. Untungnya sih LSF gak motong adegan-adegan tersebut, tapi mereka ngasih sensor dalam bentuk lain yang….sejujurnya agak useless dan malah bikin pengen ketawa. Pfft.

 

12ya5

 

Director: Steve McQueen. Writer: John Ridley. Released on: 23 November 2013 (Jiffest). Casts: Chiwetel Ejiofor, Michael Fassbender, Benedict Cumberbatch, Brad Pitt, Lupita Nyong’o, Sarah Paulson.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *