An emotionally invested enthusiast of pop culture in the guise of a Copywriter. Apathetic by design. Aesthetically offensive and eloquently candid. A sentimental heathen.

Contrary to popular belief, I’m not actually a fan of Hunger Games, be it the books or the movie. I don’t have the same level of love and dedication like those I have for, say, Lord of The Rings and The Hobbit. Tapi toh itu tidak merubah fakta bahwa setelah selesai menonton The Hunger Games tahun lalu, I was overwhelmed with happiness because Hollywood did not make a mess out of an excellent book the way it did to Percy Jackson because I really hate the movies and fuck you Hollywood for tearing my favorite series to shreds. Jadi otomatis, saya pun harap-harap cemas sama Catching Fire. Bisakah dia melanjutkan kesuksesan Hunger Games, atau jangan-jangan dia malah bakal bikin saya patah hati?

 hungerp

Setelah memenangkan Hunger Games ke-74, Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) dan Peeta Mellark (Josh Hutcherson) dapat kembali ke Distrik 12 dengan selamat. Namun itu tidak berarti bahwa mereka kemudian bisa sepenuhnya bebas, karena mereka masih memiliki kewajiban untuk melakukan Victory Tour ke seluruh Panem. Dalam rangka memuluskan tur tersebut, Presiden Snow (Donald Sutherland) secara pribadi mengunjungi Katniss dan dengan not-so-subtle mengingatkan bahwa she have to convince him about her undying love for Peeta, or else she may lose her loved ones. Gale (Liam Hemsworth) included.

Tapi bahkan ancaman dari Presiden Snow pun tidak bisa menutupi fakta bahwa pemberontakan memang mulai terjadi di berbagai Distrik, meskipun Capitol masih berusaha menutupi kenyataan itu and they were very much still in control of everything. So when Katniss did not meet Snow’s expectation, he and Plutarch (Philip Seymour Hoffman) the new gamemaker proceeded to take things to next level: The 75th Hunger Games – The Quarter Quell.

f3ca6dc7-b1d6-4046-a454-9de62031d3f8_ID_D30_12018_R2

Sebagai sebuah film, Cathing Fire sebenarnya punya beban yang bisa dibilang berat. Pertama, dia adalah sekuel Hunger Games, sebuah film yang sukses besar dan menuai banyak pujian. Catching Fire will have to live up to it’s predecessor, dan di saat yang sama harus bisa mempertahankan ketertarikan penonton terhadap kelanjutan serial ini. Tidak hanya itu, Catching Fire juga merupakan film adaptasi buku — yang berarti dia juga harus bisa memuaskan para pembaca bukunya, termasuk saya. And I have to say that Catching Fire exceeded my expectation.

You know, I’m actually going to talk about this movie from the point of view of someone who have read the book dan udah tau apa sih sebenarnya yang mau diceritain sama film ini. I’m talking as someone who knew what would happen, who would die, and who would survive even before the movie started. Dan dari awal, plot Catching Fire memang sebenarnya agak nanggung dan lebih sekedar jadi penghubung antara The Hunger Games dan Mockingjay. Atau mungkin saya aja yang agak bias karena The Hunger Games was my personal favorite out of the three books. Catching Fire kurang nampol dan Mockingjay terlalu crammed, imo.

Tapi justru itu yang bikin saya jatuh hati sama Catching Fire. Meskipun sejak awal saya udah gak ngarep sama ceritanya, Francis Lawrence tetap berhasil membuat saya duduk manis dan berkonsentrasi penuh sepanjang film. Angkat jempol lah buat Simon Beaufoy sama Michael Arndt yang bikin cerita Catching Fire jadi seseru itu, because I swear, this is not just an adaptation of the book — Catching Fire is a movie that enhanced the book. The movie conveyed the emotions and story much better than the book did, and I found myself holding my breath and experiencing heartbreak all along the way. Serius, biarpun saya udah tahu momen-momen apa saja yang akan muncul, saya toh tetap berseru kaget ataupun sedih when it happened in the movie. Banyak banget momen kurang ajar yang bikin saya mengumpat sambil meremukkan boks popcorn di tangan karena it fucking hurts too much and my heart— *sobs quietly*

be628c10-4341-4aed-b1b9-426a9e9c4172_ID_D05_02628_R

Dan arena Hunger Games-nya lah, cantik banget. The whole 75th Hunger Games was really fun to watch karena sejujurnya deskripsi yang di buku gak terlalu ngena buat saya, tapi versi filmnya bikin saya excited setengah mati. Build-up menuju game-nya juga bikin deg-degan, biarpun saya merasa sayang karena bagian sebelum itu – terutama Victory Tournya – terkesan agak dipercepat. Plus, ini jahat sih emang, tapi during the first half of the movie, rasanya saya pengen ngelempar roti perancis ke kepala Katniss karena astaga Katniss kamu gak meyakinkan banget sama Peeta. Ya wajar lah Snow gak percaya sama akting kamu dan terus nyuruh kamu Hunger Games lagi #kesel. Terserah semua shipper Katniss-Peeta mau bilang apa, I stand by Haymitch’s comment: Katniss could live a thousand life and still not deserved Peeta Mellark because good gracious, that boy is nearly perfect.

Which bring us to my compliment for the cast, especially Jennifer Lawrence and Josh Hutcherson. Mereka melebur banget sama karakter masing-masing and they brought so much life to Katniss and Peeta. Dua scene yang paling ngena buat saya adalah scene-nya Katniss waktu reaping dan sebelum 75th Hunger Games dimulai. Demi apa hati gue pecah berantakan lo eh. Dan Hutcherson dapet banget jadi Peeta yang gak bisa gak bikin siapapun luluh dengan determinasi dan ketulusan dia, biarpun ada saat-saat di mana kalian bisa melihat a glimpse of his dark side. Hands down banget lah udah buat mereka berdua karena berhasil bikin Catching Fire dan juga cinta segitiga antara Peeta-Katniss-Gale jadi lebih hidup. That does not mean Liam contributed nothing though, because he was good too. Biarpun gatau ya dari dulu saya gak pernah suka Gale dan merasa bahwa Gale terlalu banyak ditampilkan sebagai sosok “rebel” dan “bad boy” yang, anehnya, malah bikin saya agak turn off.

Supporting castsnya juga sesuatu. Donald Sutherland as President Snow udahlah gatau lagi, serem banget dan selalu bikin merinding setiap saat. Repulsive and intimidating at the same time. I also really like how Woody Harrelson and Elizabeth Banks showed more side of Haymitch and Effie here, bikin saya ikut enggan mengucapkan selamat berpisah sama mereka saat game-nya akan dimulai. Philip Seymour Hoffman juga berhasil menampilkan Plutarch yang sangat ambigu itu dengan baik hingga akhir, dan begitu juga Jena Malone sebagai Johanna Mason yang wild and unpredictable. Ada juga Lyn Cohen sebagai Mags dan Willow Shields sebagai Prim yang biarpun cuma sama-sama tampil sebentar tapi sukses jadi scene stealer yang nempel terus di otak. Dan Lenny Kravitz as Cinna lah, sayang banget sama Cinna karena dia bisa banget nampilin his friendship and trust for Katniss. But my personal favorite was Sam Claflin’s Finnick Odair. I love Finnick, and I love the way Claflin presented him on screen. Saya suka aja ngeliat Finnick yang…. sumpah lo charming banget demi apa. He’s gentle and formidable and flirty and broken at the same time and you just can’t help to love him. Bias sih ini emang, soalnya saya naksir banget sama Finnick Odair di Catching Fire. Tapi kan itu gara-gara Claflin juga jadi…yaudahlah ya :”) #teamfinnick

1aef042f-ac69-44da-8a46-cd4b16d07ecb_ID_D14_05415_R2

So yeah, Catching Fire maybe lacking a bit in the story department, but you can’t deny that this movie is really good, whether you’ve read the book or not. If you haven’t read the book, you’ll surely enjoy the fun and for those who have read the book, I assure you that you’ll have one hell of a time. Although admittedly, cliffhanger-nya agak kurang nampol yak ._______.

And I love “The odds are never in our favor”. It was one very fine addition karena itu ngena dan catchy banget, dan saya malah jadi bingung sendiri kenapa Suzanne Collins gak kepikiran buat masukin itu di bukunya.

 

1264ccf3-c7e3-401c-bc34-de64e8fe4fa4_ID_D15_06219_R

 

Director: Francis Lawrence. Writer: Simon Beaufoy & Michael Arndt. Released date: 21 November 2013. Casts: Jennifer Lawrence, Josh Hutcherson, Liam Hemsworth, Donald Sutherland, Woody Harrelson, Philip Seymour Hoffman, Sam Claflin, Lenny Kravitz.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *