An emotionally invested enthusiast of pop culture in the guise of a Copywriter. Apathetic by design. Aesthetically offensive and eloquently candid. A sentimental heathen.

Pertama-tama, gue akan mengakui dengan ikhlas kalau gue itu…pengecut. Dan despite being strangely attracted to slasher and gore, gue alergi sama setan-setanan. Soalnya ingatan gue kadang terlalu vivid dan imajinasi gue sering overwork, sehingga nonton film setan-setanan bisa berakibat paranoia berlebih untuk jangka waktu yang cukup panjang. But then akhirnya, gue nekat-nekatin nonton Insidious Chapter 2 padahal sebenernya gue gak nonton Insidious (karena gue terlalu pengecut, kenapa lagi. Oh dan karena film itu tayang pasca gue kelas 3, in which gue lagi mabok K-Pop). Modalnya sih karena gue udah nonton the Conjuring dan weirdly, waktu itu gak ketakutan setengah mampus.

insidious_chapter_two_ver3_xlg

Pasca insiden di Insidious yang berakhir dengan kematian Elise (Lin Shaye), keluarga Lambert pun berpindah ke rumah nenek mereka, Lorraine (Barbara Hershey), sementara polisi menyelidiki rumah mereka. Namun belum ada sehari mereka berada di rumah itu, Renai (Rose Byrne) dan Lorraine sudah kembali dihantui oleh penampakan dan kejadian-kejadian aneh.

insidious2

Sebagai seorang pengecut, gue angkat topi buat Insidious Chapter 2. Gue akui, film ini sanggup membuat gue blingsatan di tempat duduk. Gatel pengen ngambil jaket buat nutupin muka, tapi di saat yang sama juga gak pengen kelewatan satu adegan pun. Dilema deh pokoknya. Ini film auranya menegangkan, pacenya lumayan cepet, dan penampakan-penampakannya harus gue acungi jempol karena memang smatly placed. Shotnya juga oke oke banget demi apa. Dan ngagetinnya itu lo, kurang ajar banget. Gak tau deh berapa banyak makian yang gue keluarin gara-gara dikagetin sama film ini.

Lucunya, biarpun kurang ajar dengan segala surprise-nya itu, di saat yang sama Insidious Chapter 2 juga mengusik rasa penasaran gue. Gue pun terdorong untuk ikut menebak-nebak apa penyebab di balik semua keanehan ini dan bahkan, gue sampe gak sabar nunggu kemunculan sosok-sosok yang menghantui keluarga Lambert. Segitu penasarannya gue sampe semacam pengen teriak “Sudahlah hentikan penyiksaan ini dan tampilin aja setannya daripada lo bikin gue deg-degan terus!” Terus waktu setannya muncul gue langsung memaki James Wan karena monyet, kaget woy! #penontonbanyakmaunya

Asiknya lagi, Insidious Chapter 2 juga dilengkapi dengan cerita yang memikat. Gak sampah, penuh dengan berbagai misteri yang perlahan-lahan terkuak dan membuat kita akhirnya paham kenapa keluarga Lambert kayaknya sial banget. Bisa deh si Leigh Whannell, bisa. Semacam gue bisa ngebayangin dia nyengir puas saat penonton mengeluarkan seruan paham karena akhirnya memahami sumber masalahnya setelah dibikin penasaran setengah mati. Nilai plus karena ceritanya tetep bisa gue pahami dengan mudah meskipun gue gak nonton Insidious dan cuma baca plotnya di wiki (I kid you not, I really did that). Sepanjang film, meskipun ini adalah perkenalan pertama gue dengan keluarga Lambert, gue tetep merasa simpatik sama mereka dan pengen mereka bisa selamat. Terutama Dalton sama Kali yang adorable itu :”) #bias Mana film ini lucu lagi, terutama karena duo Specs sama Tucker. Koplak abis lah gak ngerti. Dan turns out, Specs yang menurut gue lumayan imut itu adalah Leigh Whannell sendiri hahahahahapret.

insidious5

Cuma, sama seperti the Conjuring, biarpun Insidious Chapter 2 berhasil memancing sumpah serapah dari gue karena surprise-nya, penampakan setannya tidak berhasil melakukan hal yang sama. Entah ya, mungkin karena gue sudah terbiasa dengan setan-setan asia yang bentuknya segitu mengerikannya dan langsung bikin baca ayat kursi, jadi setan-setan di Insidious Chapter 2 ini gak mengerikan bagi gue. Gue malah suka sama Parker kecil dan Marilyn because they’re cute <3 And at one point, saat temen gue di sebelah dibikin takut sama sekilas penampakan setan yang muncul, otak gue dengan pinternya malah mikir “Ih dandanannya kayak Joker ya”. Huh, weird, gue makin gak paham sama jalan pikiran gue sendiri.

All in all, Insidious Chapter 2 bagi gue adalah film horor yang seru buat ditonton. Biarpun mungkin anak visual seperti saya gak akan merasa takut saat melihat penampakannya, tapi tetep film ini udah lebih dari berhasil membuat merinding. Seremnya dapet, lucunya juga dapet. Puas deh.

PS: Weirdly enough, yang menurut saya paling menakutkan dari semua stuff/setan yang ada di film ini adalah life-sized boneka kayu di rumahnya Elise. Atau mungkin itu karena I have this unexplainable fear/loathing towards human-shaped doll berukuran besar sih ya…

insidious4

Director: James Wan. Writer: Leigh Whannell. Released on: 23 September 2013. Casts: Patrick Wilson, Rose Byrne, Ty Simpkins, Lin Shaye. Barbara Hershey, Steve Coulter, Leigh Whannell, Angus Sampson, Danielle Bisutti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *